bintang
bukan penulis... desainer grafis dan penggemar sepeda, bapaknya sang & ken, suaminya ani
Kamis, 19 Januari 2012
Selasa, 29 Juni 2010
DAUN KERING
Pagi tadi tetanggaku negur.. "om..mbok pohonya di tebang saja, repot kan tiap hari harus nyapu halaman"
oh ya aku tinggal di perumahan yang dikembangkan pertengahan tahun 1970an...sungguh membosankan lingkunganya, tetapi yang membuat nyaman posisi rumahku ada di ujung dan mendapatkan sisa tanah yang lumayan besar untuk berkebun (aku tanami kacang panjang dan buncis...hmmm cuma dua bedeng saja sih), pada ujung lahan sisa tumbuh pohon mangga sangat subur dan di halaman ada pohon rambutan...satu satunya pohon besar di komplek itu...
sang & ken, mereka paling suka main "engklek" dan "pasaran" dan sampai saat ini aku masih berfantasi (belum kesampain)untuk bercinta di atas rumput liar dikelilingi tanaman buncis dan kacang panjang, dinaungi pohon mangga di lahan sisa itu...(tentu saja setelah sang & ken bobo')
balik ke tadi pagi... selama ini aku ndak ada masalah kalo harus nyapu tiap hari....memang sih setelah disapu selang beberapa menit daun daun kering dari pohon rambutan didepan rumah pasti sudah berjatuhan...dan ketika sore hari pasti sudah banyak sekali daun kering di halaman rumah....sungguh pemandangan yang menyenangkan buatku.... jalanan yang sebelumnya berwarna kelabu semen kering ditutupi warna kuning dan coklat...kadang aku biarkan seharian sampai sore hari berikutnya disapu lagi...
hmmmm mungkin itu yang bikin sebal tetangga...
halaman rumahku memang tidak seperti dibuku-buku gardening.... cuma 5 x7 meter penuh dengan rumput liar, jamur tanah dan daun kering pohon rambutan... tapi aku sangat menyukainya...terutama daun-daun kering itu dan jamur tanah....hmmmm walaupun kucing tetangga sering banget be'ol di situ dan harus dibersihkan (hampir setiap pagi) kalo tidak bau khas tai kucing akan memenuhi ruang tamu...
"om..mbok pohonya ditebang saja, repot kan tiap hari harus nyapu halaman" aku ndak keberatan kok bu tiap hari harus menyapu, karena aku suka dengan daun kering yang memenuhi halaman dan jalan komplek, tapi aku paling tidak suka dengan sampah plastik dan bungkus bungkus makanan instan, permen, dan juga tai kucing peliharaanmu
" bu mbok kucingmu itu dibuatkan jamban dari pasir, bu mbok anakmu itu diajari jangan suka makan-makanan instan dan membuang bungkusnya sembarangan" tapi ini dalam hati karena aku cuma kontrak di kompleks itu...besok hari minggu aku akan memangkas ranting pohon rambutan...dengan berat hati
oh ya aku tinggal di perumahan yang dikembangkan pertengahan tahun 1970an...sungguh membosankan lingkunganya, tetapi yang membuat nyaman posisi rumahku ada di ujung dan mendapatkan sisa tanah yang lumayan besar untuk berkebun (aku tanami kacang panjang dan buncis...hmmm cuma dua bedeng saja sih), pada ujung lahan sisa tumbuh pohon mangga sangat subur dan di halaman ada pohon rambutan...satu satunya pohon besar di komplek itu...
sang & ken, mereka paling suka main "engklek" dan "pasaran" dan sampai saat ini aku masih berfantasi (belum kesampain)untuk bercinta di atas rumput liar dikelilingi tanaman buncis dan kacang panjang, dinaungi pohon mangga di lahan sisa itu...(tentu saja setelah sang & ken bobo')
balik ke tadi pagi... selama ini aku ndak ada masalah kalo harus nyapu tiap hari....memang sih setelah disapu selang beberapa menit daun daun kering dari pohon rambutan didepan rumah pasti sudah berjatuhan...dan ketika sore hari pasti sudah banyak sekali daun kering di halaman rumah....sungguh pemandangan yang menyenangkan buatku.... jalanan yang sebelumnya berwarna kelabu semen kering ditutupi warna kuning dan coklat...kadang aku biarkan seharian sampai sore hari berikutnya disapu lagi...
hmmmm mungkin itu yang bikin sebal tetangga...
halaman rumahku memang tidak seperti dibuku-buku gardening.... cuma 5 x7 meter penuh dengan rumput liar, jamur tanah dan daun kering pohon rambutan... tapi aku sangat menyukainya...terutama daun-daun kering itu dan jamur tanah....hmmmm walaupun kucing tetangga sering banget be'ol di situ dan harus dibersihkan (hampir setiap pagi) kalo tidak bau khas tai kucing akan memenuhi ruang tamu...
"om..mbok pohonya ditebang saja, repot kan tiap hari harus nyapu halaman" aku ndak keberatan kok bu tiap hari harus menyapu, karena aku suka dengan daun kering yang memenuhi halaman dan jalan komplek, tapi aku paling tidak suka dengan sampah plastik dan bungkus bungkus makanan instan, permen, dan juga tai kucing peliharaanmu
" bu mbok kucingmu itu dibuatkan jamban dari pasir, bu mbok anakmu itu diajari jangan suka makan-makanan instan dan membuang bungkusnya sembarangan" tapi ini dalam hati karena aku cuma kontrak di kompleks itu...besok hari minggu aku akan memangkas ranting pohon rambutan...dengan berat hati
Kamis, 03 Juni 2010
Sabtu, 26 Desember 2009
naik sepeda

...duuuh banyak banget yang apriori sama kegiatan yang satu ini...."ngapain naik sepeda kemana-mana...motor sama mobilmu trus kamu apakan?"... "paling juga cuma ngikuti trend saja"... "kalo hujan pasti bubar juga"... hihihi...banyak banget lah pokoknya...aku ndak bisa jelaskan juga kenapa suka sekali bersepeda... aku ndak begitu peduli sama namanya global warming (soalnya ada yang mengkaitkannya), juga dengan masalah kesehatan, pun masalah energi...
hanya rasa bahagia ketika mengendarainya ... itu saja teman

...duuuh banyak banget yang apriori sama kegiatan yang satu ini...."ngapain naik sepeda kemana-mana...motor sama mobilmu trus kamu apakan?"... "paling juga cuma ngikuti trend saja"... "kalo hujan pasti bubar juga"... hihihi...banyak banget lah pokoknya...aku ndak bisa jelaskan juga kenapa suka sekali bersepeda... aku ndak begitu peduli sama namanya global warming (soalnya ada yang mengkaitkannya), juga dengan masalah kesehatan, pun masalah energi...
hanya rasa bahagia ketika mengendarainya ... itu saja teman
Kamis, 29 Oktober 2009
Gagal di Negara Sendiri

Seorang teman memposting jualanya di FB (produknya yang ada di foto itu), komentarnya ramai sampai saat ini tercatat 51 komentar...ada yang suka, ada yang tidak suka. Salah satu komentar dari teman dengan nada bercanda mengatakan kurangnya nasionalisme. Saya tidak akan bicara nasionalisme....tapi saya mau bicara tentang cara pikir desainer kaos ini. Yang membuat menarik Tshirt ini karena menggunakan bahasa inggris "my country was already fucked up before i was born", lho kok menarik pakai bahasa inggris...sepintas kesanya sangat progresif, provokatif, cerdas, trendi......kurang lebih bahasa indonesianya "negaraku sudah brengsek dari sononya" memang cukup provokatif ...hehehe....setelah di cermati lagi mungkin si desainer adalah orang yang putus asa karena dari sononya ndak pernah berhasil...sungguh malang benar nasibmu teman
Jumat, 09 Oktober 2009
Bukan Penulis

saya bukan penulis...saya desainer grafis & penggemar sepeda, bapaknya Sang & Ken, suaminya Ani
ada yang bilang coretan diatas lebih bagus dari yang aku tulis, ada juga yang bilang coretan & tulisanmu sama buruknya....hmmmmm apakah harus di pedulikan??? tapi ada juga yang tanya , itu manual apa pakai computer...??? kali ini aku peduli.... "kamu bisa membaca Al Quran????
"aku akan membaca terjemahan dan tafsir Quran lalu mencoba menghayatinya dan memahami"...kurang lebih seperti itu....
"aku akan membaca terjemahan dan tafsir Quran lalu mencoba menghayatinya dan memahami"...kurang lebih seperti itu....
Langganan:
Postingan (Atom)